Di balik setiap panen melimpah dan tanaman yang subur, tersembunyi Rahasia Kesuburan Alami yang sering kali tak terlihat: peran vital organisme hidup di dalam lahan. Tanah bukanlah sekadar media statis, melainkan ekosistem dinamis yang dipenuhi miliaran mikroba dan makro-organisme yang bekerja sama untuk menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan tanaman. Menguak peran mereka adalah langkah fundamental bagi pertanian berkelanjutan.
Edukasi tentang organisme hidup di lahan menjadi krusial untuk memahami Rahasia Kesuburan Alami ini. Sebagai contoh, pada hari Jumat, 7 Maret 2025, pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, di Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Puslitbangtan) “Agro Bio Inovasi” yang berlokasi di Desa Makmur Santosa, Kecamatan Lestari Jaya, Kabupaten Subur Makmur, sebuah seminar dan lokakarya telah diadakan. Acara ini dihadiri oleh 95 peserta, termasuk perwakilan kelompok tani dari berbagai komoditas, akademisi, penyuluh pertanian, serta aktivis lingkungan yang fokus pada pertanian regeneratif.
Materi yang disampaikan dalam sesi ini dimulai dengan pengenalan mendalam tentang keragaman hayati tanah. Peserta diajarkan untuk memahami berbagai jenis organisme, mulai dari bakteri dan fungi mikroskopis hingga nematoda, protozoa, dan makro-organisme seperti cacing tanah dan serangga. Instruktur menjelaskan fungsi spesifik masing-masing kelompok: bakteri dan fungi sebagai pengurai bahan organik, cacing tanah yang memperbaiki aerasi dan struktur tanah, serta mikroba penambat nitrogen yang esensial bagi ketersediaan nutrisi tanaman. Pemahaman akan jaringan kehidupan yang kompleks ini adalah dasar untuk pertanian yang benar-benar berkelanjutan.
Selanjutnya, pelatihan membahas praktik-praktik pertanian yang mendukung dan meningkatkan populasi organisme tanah yang bermanfaat. Peserta diedukasi tentang dampak negatif penggunaan pupuk kimia sintetis dan pestisida secara berlebihan yang dapat membunuh mikroorganisme baik dan merusak keseimbangan ekosistem tanah. Sebagai gantinya, ditekankan pentingnya penggunaan bahan organik, seperti kompos berkualitas tinggi dan pupuk kandang yang telah matang, sebagai sumber nutrisi utama bagi tanaman sekaligus “makanan” bagi organisme tanah. Sesi ini juga meliputi teknik pembuatan kompos yang benar, cara aplikasi pupuk organik yang efektif, dan penggunaan pupuk hayati yang mengandung mikroba bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan. Ini merupakan inti dari menjaga Rahasia Kesuburan Alami.
Aspek penting lainnya yang dibahas adalah bagaimana organisme tanah berkontribusi pada kesehatan tanaman secara langsung dan tidak langsung. Peserta belajar tentang mikroba antagonis yang mampu menekan pertumbuhan patogen penyebab penyakit tanaman, serta organisme yang membantu tanaman melawan serangan hama. Diskusi interaktif dengan narasumber, Bapak Dr. Ir. Adi Pratama, seorang pakar mikrobiologi tanah dari Institut Pertanian Nasional, yang telah meneliti selama lebih dari 25 tahun, sangat memperkaya pemahaman peserta. Beliau berbagi studi kasus di mana petani berhasil mengurangi penggunaan pestisida secara drastis setelah berfokus pada peningkatan kesehatan mikrobiota tanah.
Sesi praktik lapangan menjadi bagian krusial dari lokakarya ini. Peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok untuk melakukan pengamatan langsung terhadap sampel tanah menggunakan mikroskop sederhana, mengidentifikasi beberapa jenis organisme, dan mempraktikkan teknik pengaplikasian pupuk hayati di lahan demplot Puslitbangtan “Agro Bio Inovasi.” Pendampingan dilakukan oleh Ibu Siti Rahayu, seorang penyuluh pertanian yang telah berdedikasi selama 18 tahun di wilayah tersebut dan memiliki keahlian khusus dalam pertanian organik. Diharapkan, dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, para petani akan mampu memahami dan memanfaatkan Rahasia Kesuburan Alami dari organisme hidup di lahan mereka, demi pertanian yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.