Salah satu materi yang paling banyak diminati adalah Mini Course yang membahas tentang perbanyakan tanaman secara vegetatif. Dalam dunia perkebunan, kemampuan untuk menduplikasi sifat indukan yang produktif adalah sebuah keharusan. Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan untuk memahami anatomi tanaman secara mendalam, mulai dari pemilihan batang bawah yang kuat hingga pemilihan entres atau mata tunas dari pohon induk yang sudah terbukti berbuah lebat dan manis. Pengetahuan dasar ini sangat krusial karena kegagalan awal dalam budidaya seringkali bermula dari kualitas bibit yang buruk.
Inti dari pelatihan ini adalah penguasaan Teknik Okulasi yang sering dianggap sulit oleh pemula. Okulasi atau menempel merupakan metode penyambungan mata tunas dari satu pohon ke pohon lain yang sejenis namun memiliki keunggulan berbeda. Misalnya, menyambungkan mata tunas mangga harum manis ke batang bawah mangga lokal yang memiliki perakaran kuat dan tahan terhadap penyakit tanah. Dalam kursus ini, peserta diajarkan cara menyayat kulit batang dengan presisi, memastikan kambium bertemu dengan sempurna, hingga teknik pengikatan yang tepat agar mata tunas tidak busuk akibat masuknya air hujan.
Keunggulan dari metode yang diajarkan adalah pendekatannya yang bersifat Kilat, namun tetap memperhatikan kaidah sains pertanian. Peserta diberikan tips rahasia bagaimana mempercepat proses penyatuan jaringan antar dua tanaman sehingga keberhasilan okulasi bisa terlihat hanya dalam hitungan minggu. Dengan teknik yang benar, tanaman hasil okulasi ini akan memiliki masa remaja yang lebih singkat dan mampu berbuah jauh lebih cepat dibandingkan tanaman yang ditanam dari biji. Hal ini tentu menjadi solusi bagi mereka yang ingin segera menikmati hasil kebun sendiri tanpa harus menunggu bertahun-tahun.
Selain praktik teknis, Sekolah Kebun juga memberikan wawasan mengenai perawatan pasca-okulasi, seperti pengaturan intensitas cahaya matahari dan pemberian nutrisi mikro. Inovasi di tahun 2026 ini juga mencakup penggunaan hormon pertumbuhan alami yang dapat memicu mata tunas pecah lebih cepat. Para peserta yang mengikuti kursus singkat ini diharapkan tidak hanya mampu membuat bibit untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga memiliki peluang usaha baru dalam pembibitan tanaman buah premium yang permintaannya terus melonjak di pasaran.