Menjaga kesehatan tanah adalah fondasi utama bagi pertanian berkelanjutan dan produktivitas yang optimal. Tanah yang sehat merupakan ekosistem kompleks yang mendukung pertumbuhan tanaman, menahan air, dan menyediakan nutrisi esensial. Tanpa pendekatan yang tepat dalam perawatannya, lahan pertanian dapat kehilangan kesuburan dan rentan terhadap berbagai masalah. Di berbagai sentra produksi sayuran di pegunungan Jawa Barat, misalnya, petani mulai menyadari pentingnya hal ini. Pada hari Rabu, 19 Juni 2024, di Desa Cikahuripan, Kabupaten Bandung, Ibu Siti, seorang ahli ilmu tanah dari Balai Penelitian Tanah, memberikan lokakarya tentang pentingnya bahan organik bagi kesehatan tanah kepada kelompok tani setempat. Pelatihan ini diikuti oleh puluhan petani yang ingin meningkatkan kualitas lahan mereka.
Salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan tanah adalah penambahan bahan organik. Bahan organik, seperti kompos, pupuk kandang, atau sisa-sisa tanaman, berperan penting dalam meningkatkan struktur tanah, kapasitas menahan air, dan ketersediaan nutrisi. Tanah yang kaya bahan organik akan menjadi lebih gembur, memudahkan perakaran tanaman, dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan. Mikroorganisme ini membantu dalam siklus nutrisi dan menekan patogen penyakit. Di lahan jagung milik Pak Joko di Kabupaten Lampung Selatan, ia rutin menambahkan pupuk kompos hasil olahan limbah pertaniannya sendiri sejak musim tanam Oktober 2023, yang terbukti meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Pendekatan lain yang krusial untuk kesehatan tanah adalah praktik tanpa olah tanah atau olah tanah minimal. Metode ini mengurangi gangguan pada struktur tanah dan meminimalkan erosi. Dengan tidak membajak tanah secara intensif, lapisan atas tanah yang subur dan kaya bahan organik dapat tetap terjaga. Selain itu, rotasi tanaman juga merupakan strategi yang efektif. Dengan menanam jenis tanaman yang berbeda secara bergantian, keseimbangan nutrisi tanah dapat dipertahankan, dan akumulasi hama serta penyakit spesifik tanah dapat ditekan. Misalnya, di lahan padi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, penyuluh pertanian menyarankan petani untuk menanam kedelai setelah panen padi untuk memperbaiki struktur tanah dan menambahkan nitrogen.
Pengelolaan air yang bijaksana dan penggunaan pupuk berimbang juga vital untuk menjaga kesehatan tanah. Irigasi yang efisien mencegah pencucian nutrisi, sementara aplikasi pupuk yang sesuai kebutuhan tanaman menghindari kelebihan atau kekurangan unsur hara yang dapat merusak tanah. Pada tanggal 10 Juli 2025, Bapak Rudi, petugas lapangan dari Dinas Pertanian di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, melakukan pengambilan sampel tanah di beberapa lokasi untuk analisis unsur hara, memastikan rekomendasi pemupukan yang diberikan tepat sasaran. Dengan berbagai pendekatan terpadu ini, kesehatan tanah dapat terjaga, memastikan produktivitas pertanian yang berkelanjutan dan lingkungan yang lestari.